Cara menyimpan Beras yang baik dan benar

Sebagai masyarakat Indonesia, mengkonsumsi nasi bukan menjadi hal yang asing. Sudah sejak sekian lama beras atau nasi menjadi makanan pokok bangsa ini. Meski dapat disubtitusi dengan bahan makanan lain, namun karena cenderung terbiasa mengkonsumsinya, beras tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Bahkan ada ungkapan yang menyebutkan, belum disebut “makan” kalau belum makan nasi. Karena saking vitalnya peran beras dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, tentu kehati-hatian dan kecermatan dibutuhkan untuk memilih dan merawat beras yang akan dikonsumsi. Kualitas beras yang baik dan sehat harus diperhatian demi kesehatan. Seringkali adanya gangguan kesehatan justru disebabkan oleh beras (nasi) yang dikonsumsi. Hal ini mungkin saja dipicu oleh kualitas beras yang buruk dan penggunaan zat-zat kimia berbahaya yang berlebihan dalam proses pembudidayaannya. Selain itu bisa saja disebabkan oleh cara penyimpanan beras yang tidak memenuhi standar penyimpanan yang baik. Berkaitan dengan penyimpanan beras, berikut ini ada tips bagaimana cara menyimpan beras yang baik. Hal ini sebaiknya Anda perhatikan disamping kualitas beras yang Anda beli agar nasi yang nantinya Anda konsumsi tetap sehat dan menyehatkan.  Kualitas Beras Pertama kali yang sebaiknya Anda lakukan, pastikan dulu bahwa beras yang akan anda simpan sebagai persediaan merupakan beras baru dan berkualitas baik. Jika tidak, cara penyimpanan apapun yang dilakukan senantiasa tidak akan mendapatkan hasil yang optimal pula. Suhu Penyimpanan Jaga suhu tempat penyimpanan. Jangan terlalu panas atau dingin (lembab). Suhu yang tidak stabil menjadi pemicu timbulnya bau apek maupun seranga. Tempat Penyimpanan Pastikan pula tempat penyimpanan beras yang Anda pakai tahan karat, sebab tempat penyimpanan yang mudah berkarat akan mempengaruhi kualitas beras yang Anda simpan. Waktu Penyimpanan Jangan menyimpan beras terlalu lama. Sebab, beras yang disimpan terlalu lama akan mudah dimakan kutu beras. Antisipasi Serangga Agar terhindar dari gangguan serangga, sebaiknya campurkan beras bersama 2-3 tangkai daun asam jawa atau belimbing wuluh yang telah dibersihkan atau dikeringkan. Anda juga dapat menyisipkan beberapa batang lada kering atau daun limau ke dalam beras. Well, beberapa tips di atas bisa Anda terapkan untuk menjaga beras yang anda simpan mengingat beras adalah makanan pokok kita sehari-hari. Selain menjaga kualitas beras dari mulai dibeli sampai dengan dimasak dan dimakan, tips ini semoga dapat membantu anda untuk mengantisipasi serangan serangga atau kutu beras yang kerap kali membuat jengkel. Semoga bermanfaat.

Beras merupakan salah satu bahan makanan utama dalam kehidupan kita. Komposisi nasi (beras) sebagai makanan yang kita konsumsi setiap hari begitu dominan, yaitu sekitar 70%. Ketersediaan makanan ini senantiasa dibutuhkan oleh tubuh kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus hidup kita. Namun, seringkali kita menemukan adanya gangguan kesehatan justru disebabkan oleh beras (nasi) yang kita konsumsi. Hal ini mungkin saja dipicu oleh kualitas beras yang kita masak atau bisa juga cara kita dalam menyimpan beras tidak memenuhi standar penyimpanan yang baik.

Sebagai masyarakat Indonesia, mengkonsumsi nasi bukan menjadi hal yang asing. Sudah sejak sekian lama beras atau nasi menjadi makanan pokok bangsa ini. Meski dapat disubtitusi dengan bahan makanan lain, namun karena cenderung terbiasa mengkonsumsinya, beras tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Bahkan ada ungkapan yang menyebutkan, belum disebut “makan” kalau belum makan nasi. Karena saking vitalnya peran beras dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, tentu kehati-hatian dan kecermatan dibutuhkan untuk memilih dan merawat beras yang akan dikonsumsi. Kualitas beras yang baik dan sehat harus diperhatian demi kesehatan. Seringkali adanya gangguan kesehatan justru disebabkan oleh beras (nasi) yang dikonsumsi. Hal ini mungkin saja dipicu oleh kualitas beras yang buruk dan penggunaan zat-zat kimia berbahaya yang berlebihan dalam proses pembudidayaannya. Selain itu bisa saja disebabkan oleh cara penyimpanan beras yang tidak memenuhi standar penyimpanan yang baik. Berkaitan dengan penyimpanan beras, berikut ini ada tips bagaimana cara menyimpan beras yang baik. Hal ini sebaiknya Anda perhatikan disamping kualitas beras yang Anda beli agar nasi yang nantinya Anda konsumsi tetap sehat dan menyehatkan.

Berikut ini beberapa panduan singkat tentang tatacara menyimpan beras dengan baik dan benar sebagai berikut :
  • Pastikan dulu bahwa beras yang akan kita simpan sebagai persediaan merupakan beras baru dan berkualitas. Jika tidak, cara penyimpanan apapun yang kita lakukan senantiasa tidak akan mendapatkan hasil yang optimal jika ternyata beras yang kita simpan tergolong beras yang tidak baik.
  • Jaga suhu tempat penyimpanan. Jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin (lembab). Suhu yang tidak stabil ini menjadi pemicu timbulnya bau apek maupun serangga pada beras. Hasilnya, walaupun masih layak dikonsumsi, bau yang ditimbulkannya terkadang mengurangi selera makan kita.
  • Pastikan pula tempat penyimpanan beras tahan karat atau tidak. Sebab, tempat penyimpanan yang mudah karat akan mempengaruhi kualitas beras yang kita simpan.
  • Jangan menyimpan beras terlalu lama. Sebab, beras yang disimpan terlalu lama akan mudah dimakan kutu. Kutu beras akan menurunkan kualitas beras dengan enzim yang dikeluarkannya. Oleh sebab itu, simpan beras menurut persediaan secukupnya dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama.
  • Agar terhindar dari gangguan serangga, campurkan beras dengan beberapa helai daun Mint, atau dua-tiga tangkai daun asam Jawa ataupun daun belimbing buluh yang telah dibersihkan. Kita juga dapat menyisipkan beberapa batang lada kering atau beberapa helai daun limau ke dalam beras.
  • Kita juga dapat menggunakan High Voltage Electric Pulses, sejenis alat untuk mensterilkan kutu/kuman beras atau pencegah beras busuk seperti yang dilakukan masyarakat Jepang. Alat ini ekonomis, praktis, dan aman. Dalam sebuah kemasan plastik ukuran 25-30kg, 825 electroda dipasang untuk memberikan pulse listrik sebesar 50-kilovolt dengan kecepatan 100 kali/detik selama 15 menit. Peneliti menemukan bahwa cara ini dapat membunuh 99% bakteri dan kuman yang ada di beras tersebut. Meskipun voltase yang dihasilkan sangat tinggi namun arus yang diperlukan alat ini sangat rendah sehingga daya listrik yang digunakanpun tidak besar.

  • Kualitas Beras Pertama kali yang sebaiknya Anda lakukan, pastikan dulu bahwa beras yang akan anda simpan sebagai persediaan merupakan beras baru dan berkualitas baik. Jika tidak, cara penyimpanan apapun yang dilakukan senantiasa tidak akan mendapatkan hasil yang optimal pula.

  • Suhu Penyimpanan Jaga suhu tempat penyimpanan. Jangan terlalu panas atau dingin (lembab). Suhu yang tidak stabil menjadi pemicu timbulnya bau apek maupun seranga. 

  • TempatPenyimpanan Pastikan pula tempat penyimpanan beras yang Anda pakai tahan karat, sebab tempat penyimpanan yang mudah berkarat akan mempengaruhi kualitas beras yang Anda simpan.

  •  Wadahh Penyimpanann menyimpan beras terlalu lama. Sebab, beras yang disimpan terlalu lama akan mudah dimakan kutu beras.

  • Antisipasi Serangga Agar terhindar dari gangguan serangga, sebaiknya campurkan beras bersama 2-3 tangkai daun asam jawa atau belimbing wuluh yang telah dibersihkan atau dikeringkan. Anda juga dapat menyisipkan beberapa batang lada kering atau daun limau ke dalam beras. Well, beberapa tips di atas bisa Anda terapkan untuk menjaga beras yang anda simpan mengingat beras adalah makanan pokok kita sehari-hari. Selain menjaga kualitas beras dari mulai dibeli sampai dengan dimasak dan dimakan, tips ini semoga dapat membantu anda untuk mengantisipasi serangan serangga atau kutu beras yang kerap kali membuat jengkel. Semoga bermanfaat. 
Beras jenis apapun tidak akan menjamin bebas dari serbuan kutu dan kuman. Kehadiran kuman atau kutu pun bisa mengubah komposisi beras, antara lain dengan menghasilkan enzim yang aktif menghidrolisis zat karbohidrat. Selain itu, menghidrolisis lemak dan protein yang masing-masing mengakibatkan beras menjadi busuk. Dengan panduan di atas, setidaknya kita tahu tentang menyimpan beras dengan lebih baik. Selamat mencoba!

0 Response to "Cara menyimpan Beras yang baik dan benar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel